AmperaBlitz.com, Ogan Komering Ilir – Oknum Kepala Desa (Kades) Talang Rimba, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berinisial N dilaporkan ke Polres OKI atas dugaan manipulasi data penerima plasma kelapa sawit.
Laporan ini juga ditembuskan ke sejumlah instansi penegak hukum lain, termasuk Kejaksaan Agung RI dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).
Dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Komunikasi Karya Nyata Sejahtera (Puskokatra) RI, Beni Unandar, yang melaporkan kasus mengungkapkan ada ratusan nama warga Desa Talang Rimba yang sebelumnya terdaftar sebagai penerima plasma kini tidak lagi masuk dalam daftar.
Plasma yang bermitra dengan PT SUJ dan PT DGS ini diduga digantikan secara sepihak oleh oknum kades dengan nama-nama warga di luar Desa Talang Rimba.
“Ini jelas sudah menciderai rasa keadilan bagi warga yang selama ini mendapatkan plasma,”
“Kami berharap ini bisa ditinjau ulang, dibatalkan, dan diganti dengan nama yang benar-benar berhak mendapatkan plasma, sesuai dengan KTP dan KK yang berdomisili di Desa Talang Rimba, dengan kriteria 1 KK 1 plasma,” ujar Beni pada Jumat (8/8/2025) sore.
Menurut Beni, nama-nama yang diusulkan oleh oknum Kades Talang Rimba banyak yang tak memenuhi kriteria sebagai calon peserta plasma. Sementara itu, warga yang lebih berhak dan memenuhi kriteria justru tidak dimasukkan ke usulan.
Dengan begitu Beni berharap aparat penegak hukum (APH) akan segera menindaklanjuti aduan ini dengan memanggil dan memproses Kades Talang Rimba secara hukum.
Kades diduga menyalahgunakan jabatannya untuk mengambil alih dan menguasai plasma masyarakat demi kepentingan pribadi, keluarga dan golongan tertentu.
“Penetapan usulan calon peserta plasma diduga hasil korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dilakukan oknum Kades Talang Rimba,” tegasnya.
Sementara itu Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, SH., S.Ik., MH., melalui Kasat Reskrim Polres OKI AKP Rio Trisno, SH., MH., saat dikonfirmasi mengatakan akan segera mengkroscek terkait dengan laporan tersebut.
“Belum tahu, nanti di cek lagi,” ujarnya melalui pesan singkat.

















