Kisah 5 Keluarga Prasejahtera di OKI, Impian Punya Rumah Tembok Diwujudkan Prajurit TMMD ke 128 Kodim 0402/OKI

TNI Manunggal Bersama Rakyat

AmperaBlitz.com | OGAN KOMERING ILIR – Senyum haru kini menghiasi wajah lima keluarga prasejahtera di Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)

Hanya dalam waktu satu bulan terakhir, gubuk kayu lapuk selama ini mereka tinggali telah disulap Satgas TMMD OKI ke-128 menjadi hunian permanen berstruktur beton yang kokoh dan sehat.

Memasuki hari ke-29 pelaksanaan operasi, target rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di kawasan pedesaan terpencil dipastikan telah rampung 100 persen. Penyelesaian tepat satu hari menjelang upacara penutupan resmi agenda bakti fisik militer yang digulirkan Kodim 0402/OKI-OI, Rabu (20/5/2026).

Langkah pembenahan hunian di wilayah Mesuji Makmur ini dinilai mendesak. Sebagai salah satu sentra perkebunan, wilayah tersebut membutuhkan intervensi percepatan infrastruktur dasar, rumah layak menjadi faktor krusial menaikkan indeks pembangunan manusia di tingkat desa.

Dijelaskan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD OKI Ke-128, Letkol Inf Gunawan Wibisono pembangunan in wujud dari kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat. Dimana esensi utama dari program bukan sekadar bangun infrastruktur fisik semata.

“Melihat senyum bahagia masyarakat adalah kehormatan terbesar bagi kami. Rumah yang hari ini berdiri kokoh bukan sekadar bangunan, tetapi simbol perjuangan, kepedulian, dan persatuan,” kata Letkol Inf Gunawan.

Tujuan jangka panjangnya, lanjut Gunawan adalah menumbuhkan harapan baru serta memutus rantai kemiskinan melalui penyediaan sanitasi dan hunian yang sehat bagi masa depan keluarga di desa.

Iapun mengapresiasi keterlibatan aktif warga lokal dalam proses pengayakan semen, pemasangan bata, hingga penyusunan genteng.

“Pola kerja partisipatif inilah yang membuat durasi pengerjaan bisa dipangkas lebih cepat dari tenggat waktu yang direncanakan,” ujarnya.

Berdasarkan data operasional Satgas TMMD OKI, ada lima unit rumah warga kurang mampu yang menjadi sasaran perbaikan total karena kondisinya yang semula sangat memprihatinkan. Kelima hunian tersebut masing-masing merupakan milik dari Soleh, Bukhari, Joni, Sutriyah dan Ahmad.

Sebelum disentuh program TMMD, bangunan-bangunan didominasi oleh material kayu lapuk, berdinding papan seadanya, memiliki struktur atap rawan bocor saat hujan deras.

Kondisi itu tak hanya menurunkan tingkat higienitas lingkungan, tetapi turut mengancam keselamatan bagi para penghuninya.

“Kini, melalui skema gotong royong, kelima hunian milik keluarga kurang mampu di Desa Pematang Sukatani telah berubah menjadi dinding memakai batako yang diplester rapi dengan lapisan cat putih bersih,”

“Kusen dan jendela material kayu silsilah berwarna cokelat tua, atap 

Atap diganti menyeluruh menggunakan kerangka kokoh berpenutup genteng tanah liat untuk meredam suhu panas,”

“Dilengkapi dengan rabat beton semen cor rata demi mencegah genangan air dan lumpur saat datangnya musim penghujan,” terang Dandim 0402/OKI-OI.

Keberhasilan proyek ini disambut tangis haru oleh para warga penerima manfaat. Bagi mereka yang sehari-hari bekerja sebagai buruh kebun, impian mendirikan rumah tembo sangat sulit dijangkau di tengah himpitan harga kebutuhan pokok.

“Sangat bersyukur. Kami memang butuh perbaikan rumah ini tapi terkendala biaya. Alhamdulillah, berkat bapak-bapak TNI, rumah kami sekarang diperbaiki. Semoga cepat selesai dan kami bisa tinggal dengan nyaman,” ungkap Buhari dengan mata berkaca-kaca.

Rasa syukur tak terhingga terpancar juga dari wajah Mbah Sutriah, penerima bantuan di Dusun 1. Dengan suara bergetar karena haru, ia mengucapkan terima kasih kepada para prajurit yang telah memperbaiki istananya.

“Alhamdulillah sudah mewujudkan keinginan saya punya rumah bagus dan nyaman. Bersyukur tidak takut bocor dan tidak ada lagi dindingnya bolong-bolong,” pungkasnya.

Poto :…………………………………………………..

Memasuki hari ke-29 pelaksanaan operasi, target rehabilitasi 5 rumah tidak layak huni (RTLH) di kawasan pedesaan terpencil dipastikan telah rampung 100 persen pada Rabu (20/5/2026) siang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *