Sentuhan Warna di Musholla Pematang Sukatani Menjadi Simbol Harapan dan Keimanan Warga

TNI Manunggal Bersama Rakyat

AmperaBlitz.com | OGAN KOMERING ILIR — Di tengah hamparan langit mendung dan tantangan musim penghujan, semangat personel Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0402/OKI bersama masyarakat Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, tak pernah surut.

Perlahan namun pasti, pembangunan musholla yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD kini mulai menampakkan wajah indahnya. Dinding-dinding bangunan yang sebelumnya tampak polos, kini dihiasi warna cat yang menyejukkan mata dan menghadirkan suasana penuh kedamaian. Bukan sekadar bangunan tempat ibadah, musholla ini tumbuh menjadi simbol harapan, kebersamaan, dan bukti nyata kuatnya keimanan masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Setiap sapuan kuas dan tetes keringat yang tercurah menjadi cerita tentang pengabdian tanpa lelah. Prajurit TNI dan warga bahu-membahu bekerja dari pagi, siang hingga malam demi mewujudkan rumah ibadah yang layak bagi masyarakat desa.

Koordinator Lapangan TMMD Rehab Musholla, Kapten Mursalin mengatakan bahwa seluruh pekerjaan terus dipacu agar selesai tepat waktu meskipun cuaca sering menjadi tantangan tersendiri.

“Kami bekerja pagi, siang sampai malam untuk mengejar target yang telah ditentukan. Walaupun terkendala hujan, semangat anggota Satgas dan masyarakat tetap kuat. Karena kami sadar, yang kami bangun bukan hanya musholla, tetapi juga semangat kebersamaan dan tempat ibadah untuk masyarakat,” ungkap Kapten Mursalin.

Kehadiran TMMD bukan hanya menghadirkan pembangunan fisik di desa, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan rakyat. Di Desa Pematang Sukatani, semangat gotong royong itu terasa hidup—terlihat dari tangan-tangan yang saling membantu, tawa yang mengiringi pekerjaan, hingga doa-doa yang dipanjatkan agar pembangunan berjalan lancar.

Musholla yang kini mulai tampak indah itu diharapkan segera selesai dan menjadi tempat yang membawa ketenangan, memperkuat ukhuwah, serta menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *