Sukses Jaga Lahan Tanpa Asap, Cinta Jaya Raih Penghargaan Desa Bebas Api dari PT Persada Sawit Makmur

PT Persada Sawit Makmur

​AmperaBlitz.com | Ogan Komering Ilir – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana kabut asap membuahkan hasil manis bagi masyarakat Desa Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran.

Desa ini dianugerahi penghargaan khusus oleh PT Persada Sawit Makmur (PSM) atas keberhasilannya mempertahankan status Zero Fire atau nol kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun 2025

​Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung di Markas Manggala Agni Daerah Operasional XVII OKI pada Selasa 3 Maret 2026, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi warga dalam program Desa Bebas Api (DBA).

​Group Manager PT Persada Sawit Makmur, Juliandi Pane, menegaskan keberhasilan Desa Cinta Jaya bukan terjadi kebetulan. Program DBA dirancang sebagai pendekatan preventif yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama.

​”Program DBA bukan hanya soal patroli, tetapi membangun sistem pencegahan berbasis desa melalui edukasi, sosialisasi rutin, dan penempatan crew leader. Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lahan tanpa bakar adalah tanggung jawab bersama hingga menjadi budaya di tengah masyarakat,” kata Juliandi sesuai kegiatan Selasa (3/3/2026)

​Keberhasilan program ini juga didukung oleh manajemen lapangan yang ketat. Asisten Fire Prevention PT PSM, M Windra Prima, menjelaskan ada tiga pilar utama yang dijalankan.

“Pertama patroli terpadu dilakukan secara rutin untuk memantau titik rawan, lalu sosialisasi berkelanjutan edukasi langsung kepada petani mengenai risiko pembukaan lahan dengan cara membakar,”

“Pemberdayaan lokal dengan menunjuk crew leader dari unsur pemuda setempat sebagai penggerak di lapangan,” ujarnya.

​Ditambahkan Dedi Patriansyah, selaku Crew Leader Desa Cinta Jaya mengakui komunikasi persuasif menjadi kunci.

“Kami rutin melakukan pendekatan kepada petani yang beraktivitas di lahan. Pencegahan dini sangat penting agar tidak ada lagi pembukaan lahan dengan cara membakar. Sekarang, kesadaran warga jauh lebih meningkat,” jelasnya.

​Sementara itu Kepala Desa Cinta Jaya, Budiman menyambut baik penghargaan ini. Menurutnya, pendampingan dari pihak perusahaan membuat pemerintah desa dan warga lebih siap menghadapi ancaman musim kemarau.

​”Masyarakat kini semakin paham risiko karhutla bagi lingkungan. Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mempertahankan status desa bebas api di tahun-tahun mendatang,” tegas Budiman.

​Program DBA di Kabupaten OKI merupakan inisiatif kolaboratif yang mulai diperkenalkan secara luas pada Agustus 2025. Wakil Bupati OKI, Supriyanto, sebelumnya sempat menyatakan bahwa program ini adalah terobosan penting untuk memperkuat pertahanan karhutla mulai dari tingkat tapak (desa).

​Dengan hasil nyata yang ditunjukkan Desa Cinta Jaya, model kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di wilayah rawan kebakaran di Ogan Komering Ilir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *