AmperaBlitz.com, Ogan Komering Ilir – Angka kebakaran rumah dan bangunan sepanjang bulan Januari – Oktober 2025 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih fluktuatif dengan tahun – tahun sebelumnya.
Dinas Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) OKI mencatat, total 30 peristiwa kebakaran terjadi di seluruh Bumi Bende Seguguk.
Jumlah ini hampir sama dengan data tahun 2024 yakni 35 peristiwa kebakaran
Dikatakan Kepala Dinas Pol PP dan OKI, Hilwen melalui Kabid Damkar, Fikril mengatakan salah satu faktor penyebab peningkatan ini adalah durasi musim kemarau panjang.
“Dari data kita tercatat sudah ada 30 peristiwa yang terbagi menjadi 18 melanda rumah dan bangunan, lalu 3 kendaraan dan 9 titik terbakar dilahan kosong dekat permukiman,”
“Kalau sampai akhir tahun 2025 bisa dipastikan akan bertambah,” ujar Fikril sewaktu ditemui diruang kerjanya pada Selasa (11/11/2025) siang.
Menurutnya terkait faktor pemicu utama, Fikril menyebut sebagian insiden disebabkan oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
Menurutnya, banyak instalasi listrik di rumah-rumah warga tergolong sudah tua dan tidak terawat, berkontribusi besar terhadap potensi terjadinya kebakaran.
“Maka dari itu kami menghimbau supaya masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumahnya,”
“Selain itu, kami ingatkan warga wajib mematikan stop kontak listrik sebelum ditinggal berpergian untuk mencegah hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga membeberkan tantangan yang dihadapi petugas di lapangan, terutama menjangkau beberapa lokasi yang sulit diakses.
“Terdapat beberapa lokasi yang sulit terjangkau seperti Kecamatan Lempuing membutuhkan waktu sekitar dua jam lebih untuk kesana. Begitu juga daerah perairan seperti Tulung Selapan, Jejawi ataupun Pangkalan Lampam,” jelasnya.
Meski begitu, Fikril memastikan petugas akan selalu berusaha secepat mungkin tiba di lokasi setelah menerima laporan.
Bagi warga yang mengharapkan bantuan pemadaman dapat menghubungi ke nomor darurat di 0811-7832-100.
“Ketika ada warga, perangkat desa, atau kepolisian yang menelpon, maka kami akan langsung menurunkan petugas dan peralatan ke lokasi,” pungkasnya.











