AmperaBlitz.com, Prabumulih – Kabar yang dinanti-nantikan ribuan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih akhirnya menemui titik terang.
Tahun ini, Pemkot Prabumulih resmi mengalokasikan kuota sebanyak 2.847 kursi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Langkah besar ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah untuk memberikan kepastian status kerja bagi para tenaga non-ASN yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.
Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Prabumulih, Khairudin, menjelaskan bahwa ribuan formasi ini disiapkan khusus untuk menyerap seluruh tenaga honorer yang ada di lingkungan Pemkot Prabumulih.
Berikut adalah rincian pembagian formasi PPPK tahun ini tenaga teknis 2.007 orang, tenaga kesehatan 595 orang dan tenaga guru 245 orang.
“Hingga kini kami masih menunggu jadwal resmi pengumuman penerimaan dari pemerintah pusat. Konfirmasi akan terus kami lakukan,” ujar Khairudin saat dikonfirmasi pada Minggu (29/9/2024).
Penjabat (Pj) Walikota Prabumulih, H. Elman ST MM, menegaskan komitmennya memperjuangkan nasib para pekerja harian lepas (PHL) atau honorer, terutama mereka yang telah berdedikasi selama puluhan tahun.
“Keinginan kita, mereka diangkat semua menjadi PPPK. Kasihan mereka yang sudah lama mengabdi. Target kita tahun ini jumlah honorer di Prabumulih bisa habis terangkat seluruhnya,” tegas Elman.
Pria asli Prabumulih ini juga mengingatkan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mematuhi instruksi pemerintah pusat terkait penataan tenaga non-ASN.
“Saya mengimbau agar tak ada lagi penerimaan honorer baru di instansi mana pun, mengingat ada wacana penghapusan status honorer di masa depan,” pesannya.
Meski membawa angin segar, kabar ini juga dibarengi dengan rasa was-was di kalangan honorer.
Deni, salah satu tenaga honorer, mengungkapkan harapannya agar proses seleksi tahun ini berpihak pada mereka yang sudah lama mengabdi.
“Semoga kami semua lulus. Jujur ada rasa takut, apalagi kalau benar tahun depan honorer dihapuskan. Kami mau kerja di mana lagi kalau tidak lulus?” ungkapnya dengan nada penuh harap.
Penulis : Umi Nasiatul Aisah
Editor : Redaksi

















