Buntut Penolakan Sepihak, Gunungan Sawit Merah Sengaja Dibuang Supplier di Depan Pabrik Selapan Jaya

PT Selapan Jaya

Amperablitz.com | Ogan Komering Ilir – Kekecewaan memuncak, puluhan supplier kelapa sawit nekat melakukan aksi protes dengan menumpahkan berton-ton tandan buah segar (TBS) tepat di depan akses mesin timbangan Pabrik Selapan Jaya (PT Prime Agri Resources), Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak sebuah dump truck warna kuning perlahan mengangkat bak dan menumpahkan seluruh muatan sawit ke jalanan tanah, menambah tumpukan buah yang sudah menggunung sebelumnya.

Kepulan debu terlihat mengiringi jatuhnya ribuan tandan sawit yang sengaja dibuang untuk memblokir area depan pabrik sebagai bentuk protes keras para supplier.

Aksi nekat ini dipicu oleh penolakan dari pihak perusahaan. Beberapa armada truk milik pihak ketiga dilarang masuk untuk menjual hasil panen dengan dalih kondisi buah dinilai belum matang dan berukuran kecil.

Alasan ini memicu amarah para supplier karena fakta di lapangan menunjukkan muatan sawit yang ditumpahkan berwarna merah pekat kemerahan yang secara kasat mata masuk kategori matang.

Selain itu, ukurannya pun terbilang besar dengan rata-rata bobot 7 hingga 15 kilogram per tandan.

Menghadapi penolakan mendadak tersebut, para supplier merasa sangat dirugikan karena buah tersebut telah mereka beli langsung dari petani dengan modal sendiri.

Salah satu penjual sawit yang berada di lokasi meluapkan kekesalannya terkait ketidakjelasan aturan main dari pihak pabrik.

“Kami ini beli buah dari petani pakai modal uang. Kalau tiba-tiba sampai di pabrik ditolak dengan alasan mentah, padahal jelas-jelas buahnya merah begini, otomatis kami yang rugi total hancur,” ujarnya saat dihubungi lewat telepon pada Senin (5/10/2026) siang.

Menurutnya, sudah seharusnya ada sosialisasi jelas ke para penjual soal standar buah diterima, bukan justru mendadak main tolak saja.

“Tolong carikan solusi terbaik agar kami tidak terus-terusan jadi korban,” ungkap salah satu supplier sawit dengan nada kecewa dilokasi.

Menanggapi insiden protes tersebut, Manager Pabrik Selapan Jaya, Ferry Aguscik mengklaim bahwa pihak perusahaan sebenarnya telah memberikan panduan sejak awal.

Menurutnya, para penjual sudah terikat kontrak yang memuat syarat mutlak terkait standar kualitas sawit yang bisa diterima.

“Ini contoh surat perjanjian yang telah disepakati sebelumnya,” terang Ferry sembari menunjukkan lembaran bukti dokumen kontrak.

Namun, saat disinggung lebih jauh mengenai keluhan minimnya sosialisasi spesifikasi buah di lapangan dan langkah konkret untuk mengatasi tumpukan sawit yang memblokir area timbangan, Ferry enggan berkomentar banyak.

Ia beralasan pihak manajemen tengah menggelar pertemuan darurat.

“Bentar ya pak, kami lagi rapat membahas masalah buah,” tutupnya singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *