Bakal Terang Benderang, Wabup OKI Minta Kades di 13 Desa Pesisir Siapkan Lahan Hibah untuk PLTS Komunal

Pemkab Ogan Komering Ilir

Amperablitz.com | Ogan Komering Ilir – Kondisi geografis ekstrem tidak lagi jadi alasan bagi warga pesisir Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan untuk hidup tanpa listrik.

Melalui kolaborasi strategis, Pemkab OKI bersama PT PLN S2JB (Persero) bersiap mengeksekusi pembangunan 13 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal secara off-grid untuk menerangi desa-desa yang selama ini tak tersentuh jaringan listrik utama.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini menjadi solusi jitu bagi desa-desa yang selama ini sulit ditembus jaringan listrik konvensional akibat kondisi geografis perairan yang menantang.

Kehadiran PLTS Komunal akan menyasar 13 lokasi tersebar di wilayah pesisir OKI. 

Dimulai dari Kecamatan Cengal: Desa Adil Makmur, Kecamatan Sungai Menang: Desa Pinang Indah.

Selanjutnya Kecamatan Tulung Selapan: Desa Kuala Dua Belas, Rantau Lurus, Simpang Tiga Abadi, Simpang Tiga Jaya, Simpang Tiga Makmur, Pantai Harapan, Kuala Sungai Jeruju, Sungai Lumpur, Kuala Sungai Pasir dan Dusun Parit.

Disampaikan Wakil Bupati OKI, Supriyanto masuknya aliran listrik ke pelosok pesisir merupakan pemerataan pembangunan daerah. Guna mempercepat realisasi, Pemkab OKI meminta kesiapan dan proaktifnya pemerintah desa.

“Listrik tak hanya soal penerangan. Ketersediaan listrik akan membuka lebih banyak kesempatan bagi warga untuk belajar, kembangkan usaha, hingga pelayanan publik. Karena itu, kami mendukung penuh,” tegas Supriyanto.

Menurutnya, pemerintah daerah terus mengawal koordinasi dengan pusat dan PLN. Syarat utama pemerintah desa penerima wajib sediakan lahan hibah dibuktikan dengan surat resmi Kepala Desa.

“Kami ingin program ini benar-benar sampai kepada masyarakat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” tambahnya.

Berbeda listrik konvensional, PLTS Komunal memakai sistem off-grid. Artinya, pembangkit memanfaatkan panel surya dan baterai penyimpan energi yang beroperasi mandiri tanpa perlu tersambung ke jaringan listrik utama PLN.

General Manager PT PLN (Persero) UID S2JB, Diksi Erfani Umar menyebut teknologi ini adalah jawaban paling tepat untuk karakteristik pesisir OKI yang memiliki permukiman tersebar dengan akses terbatas.

“Karakteristik wilayah pesisir membutuhkan pendekatan khusus. PLTS Komunal menjadi salah satu solusi efektif. Target kami bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi menghadirkan listrik yang benar-benar dapat mendorong pendidikan, kegiatan ekonomi, dan kualitas hidup warga,” urai Diksi.

Selain menjadi energi alternatif yang mempercepat pemerataan pelayanan dasar, penggunaan PLTS ini secara langsung bantu menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. 

“Kunci keberlanjutannya berada di tangan masyarakat agar mampu mengelola energi mandiri tersebut secara bijak,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *