AmperaBlitz.com | OGAN KOMERING ILIR — Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, permohonan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengalami lonjakan signifikan.
Peningkatan permohonan terutama terjadi pada pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), dan Akta Kelahiran yang menjadi salah satu syarat utama dalam proses penerimaan peserta didik baru di berbagai jenjang pendidikan.
Kepala Disdukcapil OKI, Hendri melalui Plt Sekretaris Disdukcapil OKI, Tajudin mengatakan, lonjakan permohonan adminduk tersebut merupakan fenomena yang rutin terjadi setiap menjelang tahun ajaran baru.
“Berdasarkan data yang kami himpun, jumlah pemohon yang datang ke kantor dinas maupun unit pelayanan di kecamatan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa,” ujar Tajudin, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, peningkatan permohonan sudah terlihat sejak awal bulan ini. Sebagian besar warga mengurus perubahan data, penambahan anggota keluarga, pembuatan akta kelahiran yang belum dimiliki, hingga pencetakan ulang dokumen yang hilang maupun rusak.
“Setiap kali mendekati tahun ajaran baru, permintaan dokumen kependudukan pasti melonjak. Hal ini wajar karena persyaratan administrasi menjadi hal wajib yang harus dilengkapi orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah, seperti Akta Kelahiran, KK, dan KIA,” katanya.
Untuk mengantisipasi membludaknya pemohon, Disdukcapil OKI melakukan sejumlah langkah guna memastikan pelayanan tetap berjalan optimal.
Di antaranya dengan menambah petugas pelayanan, memperpanjang jam operasional, serta mengoptimalkan sistem antrean agar tidak terjadi penumpukan masyarakat.
Selain itu, petugas juga disiagakan untuk membantu warga dalam mengisi formulir dan memberikan penjelasan terkait persyaratan dokumen yang dibutuhkan.
“Kami berkomitmen memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan terbaik dan tepat waktu. Seluruh sumber daya yang ada kami kerahkan agar dokumen yang dibutuhkan masyarakat dapat selesai sesuai target, bahkan kami berupaya mempercepat prosesnya karena kebutuhan dokumen untuk persyaratan sekolah cukup mendesak,” jelasnya.
Tak hanya di kantor induk, Disdukcapil OKI juga mengintensifkan layanan jemput bola dan pelayanan keliling ke sejumlah kecamatan yang berjarak cukup jauh dari pusat kabupaten.
“Kami juga terus melakukan jemput bola untuk mempermudah masyarakat yang kesulitan datang langsung ke kantor dinas. Dengan begitu, warga di pelosok desa tetap bisa melengkapi dokumen kependudukan anak-anak mereka tepat waktu,” paparnya.
Tajudin mengimbau masyarakat agar tidak menunda pengurusan dokumen kependudukan dan memastikan seluruh persyaratan yang dibutuhkan telah lengkap sehingga proses pelayanan dapat berjalan lebih cepat.
Ia juga kembali menegaskan bahwa seluruh layanan administrasi kependudukan di Disdukcapil OKI tidak dipungut biaya.
“Semua layanan pembuatan dokumen kependudukan di Disdukcapil OKI gratis dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Kami juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap oknum yang menawarkan jasa pengurusan dokumen dengan meminta imbalan tertentu,” tegasnya.














