AmperaBlitz.com | PALEMBANG — Tumpukan sampah yang selama ini menjadi persoalan klasik di Kota Palembang perlahan disiapkan menjadi sumber energi baru terbarukan.
Melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), ribuan ton sampah nantinya tidak lagi hanya berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi diolah menjadi pasokan listrik bagi masyarakat.
Proyek tersebut mendapat perhatian langsung dari Zulkifli Hasan yang meninjau pembangunan PSEL di kawasan PT Indo Green Power, Palembang, Jumat (1/5/2026), didampingi Herman Deru.
Dalam peninjauan itu, Zulkifli Hasan mengapresiasi pembangunan PSEL Palembang yang disebut menjadi salah satu pionir pengolahan sampah berbasis energi di Indonesia.
“Kita melihat PSEL pertama di Kota Palembang ini, pengolahan sampah berbasis insinerator atau mesin pembakaran sampah yang dirancang khusus untuk mengolah sampah dengan suhu tinggi sehingga tidak menimbulkan bau, racun, dan merusak alam,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, progres pembangunan fasilitas tersebut saat ini telah mencapai 83 persen dan ditargetkan segera beroperasi dalam waktu dekat. Nantinya, hasil pengolahan sampah akan dikonversi menjadi energi listrik melalui kerja sama dengan PLN.
Berdasarkan data pemerintah, PSEL Palembang diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 17,7 megawatt (MW). Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi persoalan sampah perkotaan yang selama ini menjadi tantangan serius di Palembang.
Sementara itu, Herman Deru menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendukung penuh percepatan operasional proyek tersebut sebagai solusi penanganan sampah sekaligus penghasil energi baru terbarukan.
“Kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Herman Deru.
Selain membantu mengurangi volume sampah, proyek PSEL juga dinilai dapat mendukung ketahanan energi daerah.
Dengan jumlah timbulan sampah Kota Palembang yang mencapai lebih dari 1.000 ton per hari, keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.



















