AmperaBlitz.com | MUSI BANYUASIN — Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Triwulan I Tahun 2026 menjadi sorotan dalam rapat evaluasi yang digelar Pemkab Musi Banyuasin bersama DPRD Muba, Senin (27/4/2026).
Rapat badan anggaran berlangsung di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD Muba, dan dipimpin oleh Ketua DPRD Muba.
Ketua DPRD Muba, Afitni Junaidi Gumay mengatakan evaluasi ini bertujuan mengukur capaian kinerja pemerintah daerah pada triwulan pertama, baik dari sisi pendapatan maupun belanja.
“Kami ingin mengetahui perkembangan realisasi APBD, sekaligus mengidentifikasi kendala dan langkah perbaikan ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, forum tersebut juga menjadi ruang untuk membedah berbagai persoalan agar kinerja pemerintah daerah semakin optimal dan terukur.
Sementara itu, Sekda Muba, Syafaruddin memaparkan realisasi fisik Triwulan I 2026 mencapai 15,93 persen, realisasi keuangan 11,46 persen, dan pendapatan daerah sebesar 16,64 persen.
Ia mengakui, kondisi keuangan daerah masih menghadapi tantangan, salah satunya akibat kurang bayar dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat pada 2023 hingga 2025.
“Kondisi ini tidak hanya dialami Muba, tetapi juga sejumlah daerah lain,” katanya.
Meski demikian, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan pembayaran DBH secara bertahap guna mendukung kebutuhan belanja daerah.
Di sisi lain, Wakil Ketua I DPRD Muba, Irwin Zulyani menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mengawal pelaksanaan APBD.
Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan serta memastikan program berjalan optimal.
Ia juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak dan sumber potensial lainnya.
“Optimalisasi PAD penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat,” ujarnya.
Rapat dilanjutkan dengan diskusi dan pemaparan teknis oleh TAPD terkait evaluasi pelaksanaan APBD Triwulan I 2026.












