AmperaBlitz.com | OKU TIMUR — Wakil Menteri Pertanian RI sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono, melantik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Sumatera Selatan periode 2026–2031 yang diketuai Budiarto Marsul.
Pelantikan tersebut digelar di Lapangan Sidomakmur, OKU Timur, Kamis (23/4/2026), dan berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah serta para petani.
Dalam sambutannya, Sudaryono mengaku bangga dapat hadir di lokasi bersejarah yang pernah dikunjungi Soeharto saat panen raya.
“Hari ini menjadi kebanggaan bagi saya, karena di tempat ini juga pernah hadir Presiden Soeharto untuk panen raya,” ungkapnya.
Ia juga memuji kepemimpinan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang dinilai mampu membangun daerah hingga ke pelosok desa serta tetap menjaga kedekatan dengan pemerintah pusat.
Sudaryono menjelaskan, salah satu program utama Presiden RI, Prabowo Subianto, di sektor pangan adalah mewujudkan swasembada pangan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.
“Di tahun 2025 Indonesia tidak lagi melakukan impor beras. Ini didukung berbagai kebijakan, termasuk penetapan harga pembelian pemerintah untuk gabah kering sebesar Rp6.500,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi capaian Sumsel yang menunjukkan tren positif, mulai dari kualitas gabah yang baik, ketersediaan pupuk, hingga penurunan angka kemiskinan. Sumsel pun dinilai sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Sementara itu, Gubernur Herman Deru menyambut baik pelantikan tersebut dan mengaku memiliki kedekatan emosional dengan HKTI sejak kecil.
“Hari ini kita seperti hidup kembali. HKTI yang sempat tidak diperbincangkan, kini hadir kembali sebagai wadah bagi petani,” katanya.
Ia juga meminta para bupati dan wali kota untuk menjadikan HKTI sebagai mitra strategis yang berjalan seiring dengan dinas pertanian di daerah masing-masing.
“Petani adalah andalan kita, karena sebagian besar masyarakat Sumsel berprofesi sebagai petani. Prestasi kita juga terus meningkat, dari peringkat delapan menjadi lima, bahkan kini masuk tiga besar nasional,” ujarnya.
Herman Deru optimistis keberadaan HKTI akan semakin mendorong peningkatan produktivitas pertanian, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim seperti El Nino.
“Kita harus siap menghadapi tantangan ke depan. Dengan kolaborasi dan penguatan kelembagaan seperti HKTI, saya yakin sektor pertanian Sumsel akan semakin maju,” pungkasnya.











