Harga Emas Sumbang Inflasi Nasional, Pemda Diminta Waspada dan Jaga Stabilitas Harga

Advertorial

AmperaBlitz.com, Palembang — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Edward Candra mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, H. Tito Karnavian, secara daring dari Command Center Pemprov Sumsel, Selasa (4/11/2025).

Rakor ini tidak hanya membahas faktor inflasi, tetapi juga dirangkai dengan pembahasan penataan ulang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), isu alih fungsi lahan, serta evaluasi program 3 juta rumah.

Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya menyoroti dinamika terkini faktor-faktor penyumbang inflasi, khususnya tren kenaikan harga emas yang signifikan pada Oktober 2025.

“Kita perlu waspadai kenaikan harga emas yang terus terjadi. Jika berlanjut, ini bisa berdampak pada inflasi nasional,” tegas Mendagri.

Menurut Tito, kenaikan harga emas dipengaruhi suplai dan permintaan global, namun tetap berdampak pada daya beli masyarakat.

Oleh karena itu, fokus pengendalian inflasi perlu diarahkan juga pada komoditas kebutuhan dasar seperti sandang dan bahan makanan. Mendagri juga mengimbau pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga air minum menjelang akhir tahun.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI melaporkan bahwa inflasi nasional bulan Oktober 2025 tercatat sebesar 0,89 persen (month to month) dan 2,58 persen (year on year).

Penyumbang utama inflasi bulan ini adalah emas perhiasan, disusul biaya perawatan pribadi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.