Tak Ingin Warga Bertumbangan Akibat Asap Pekat, Pemkab OKI Gelontorkan 80 Ribu Masker dan 5 Ribu Vitamin.

Pemkab Ogan Komering Ilir

Amperablitz.com | Ogan Komering Ilir – Tidak ingin warganya bertumbangan akibat kepungan kabut asap yang memperburuk kualitas udara.

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bagikan sebanyak 80.000 masker dan 5.000 vitamin disebar ke masyarakat, sementara seluruh aktivitas luar kelas bagi pelajar resmi dibatasi.

Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk perlindungan ekstra dari ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang mulai mengintai warga Sumatera Selatan, khususnya di wilayah OKI.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, H Alamsyah, mengungkapkan bahwa pergerakan membagikan logistik kesehatan sudah dimulai sejak kemarin dengan prioritas utamanya adalah lokasi-lokasi strategis dengan tingkat mobilitas warga yang tinggi.

“Kemarin mulai kita sebar. Ketersediaan stok saat ini ada 80.000 masker serta 5.000 vitamin,” kata Alamsyah saat dikonfirmasi pada Selasa (25/8/2026) siang.

Alamsyah menambahkan, distribusi akan terus dilakukan secara bertahap memastikan warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah tetap terlindungi dari paparan udara yang kian tidak sehat.

Selain membagikan masker dan vitamin, Dinas Kesehatan OKI juga terus menggencarkan edukasi ke masyarakat. Warga diminta tak menyepelekan dampak kabut asap.

“Kami menghimbau masyarakat 

wajib memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, kurangi celah masuknya asap ke dalam area rumah, perbanyak minum air putih untuk menjaga cairan tubuh tetap tercukupi,” ungkapnya.

Dalam upaya pencegahan, warga juta diminta konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup, rutin cuci tangan pakai sabun di air mengalir.

Selain itu, Alamsyah mewanti-wanti bagi warga yang mulai merasakan gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, hingga sesak napas, agar tidak ditunda. 

“Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” imbau Dinkes.

Dampak kabut asap tak pelak ikut berimbas ke sektor pendidikan. Meski begitu, Pemkab OKI memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung, namun sejumlah penyesuaian ketat dari pihak sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan OKI, M Refly menginstruksikan seluruh sekolah batasi atau meniadakan sementara aktivitas yang melibatkan siswa di luar ruangan.

“Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Namun, aktivitas di luar ruangan, seperti olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler, perlu dikurangi atau ditiadakan sementara jika kondisi udara tidak sehat,” ujar Refly menegaskan.

Tak hanya itu, guru dan pihak sekolah dituntut lebih jeli memantau kondisi anak didiknya. Jika ada siswa ymengeluh mata perih, iritasi tenggorokan, batuk, atau sesak napas, sekolah diwajibkan berikan penanganan awal dan berkoordinasi langsung dengan orang tua.

Refly memastikan, Pemkab OKI bersama instansi lintas sektor akan terus memantau situasi di lapangan dan siap mengambil langkah lanjutan jika kualitas udara kian memburuk.

“Prinsipnya, pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikannya. Namun, pada saat yang sama, kesehatan dan keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *