Amperablitz.com | Kayuagung – Disaat desa lain mungkin terdampak efisiensi anggaran pemerintah daerah, masyarakat Desa Mulya Jaya, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) justru unjuk gigi
Kekompakan dan semangat gotong royong warganya membawa desa ini menyabet piagam penghargaan bergengsi sebagai Desa Mandiri.
Penghargaan tersebut diraih bukan sebatas isapan jempol belaka. Kepala Desa Mulya Jaya, Amroni menyebut pencapaian status mandiri ini buah manis dari keberhasilan masyarakat membangun fasilitas umum secara swadaya.
Tak tanggung-tanggung, warga berhasil mendirikan sebuah bangunan fasilitas desa tanpa menyentuh dana pemerintah sepeser pun.
“Alhamdulillah contohnya kami membangun kantor desa dengan swadaya masyarakat senilai kurang lebih Rp 1,6 miliar,” ungkap Kades sembari memegang erat piagam penghargaan.
Atas pencapaian luar biasa ini, ia menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam seluruh warganya yang telah rela merogoh kocek pribadi demi kemajuan desa.
“Saya ucapkan terima kasih, khususnya masyarakat Desa Mulya Jaya telah memberikan bantuan keikhlasannya untuk pembangunan di desa yang kami cintai,” paparnya.
Ia pun berharap capaian bisa menjadi pelecut semangat bagi desa-desa lain diwilayah Kabupaten OKI untuk berani mandiri.
Tak cepat berpuas diri dengan kantor desa yang megah, Pemerintah Desa Mulya Jaya rupanya telah menyiapkan program ambisius berikutnya. Kali ini, sektor kesehatan masyarakat menjadi bidikan utama.
“Insyaallah kami ke depan nanti punya rencana, bagaimana sekarang ini menciptakan suatu kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat. Seperti contoh, mungkin tempat kami ini masalah kesehatan, kami adakan klinik sekelas rumah sakit,” jelasnya.
Langkah mandiri ini sengaja diambil sebagai bentuk inisiatif cerdas desa. Sang Kades menyadari betul kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab OKI saat ini sedang masa efisiensi.
Maka, Amroni memilih tak gantungkan nasib pada pemerintah daerah.
“Karena sekarang ini kita tahu anggaran dari kabupaten ini lagi efisiensi, jadi kita juga tidak harus meminta atau memohon kepada pihak Pemda ataupun Bupati,” tegasnya.
Terkait progres pembangunan klinik megah, Kades menyebutkan bahwa saat ini semuanya masih dalam tahap perencanaan matang dan akan segera dibawa ke meja Musyawarah Desa (Musdes).
Untuk urusan lahan, pihak desa tak lagi pusing. Mereka bakal memanfaatkan lokasi bekas Puskesdes yang telah dihibahkan kembali ke pemerintah desa.
Sama halnya dengan pembangunan kantor desa sebelumnya, proyek fasilitas kesehatan nantinya akan kembali didanai murni dari hasil keringat alias swadaya masyarakat, khususnya warga yang berprofesi sebagai petani kelapa sawit.
Kini, warga hanya tinggal menunggu waktu yang tepat, yakni saat kebun sawit mereka memasuki masa panen maksimal.
“Dana biaya swadaya ini diambilkan dari petani sawit. Sawit ini juga masih baru berbuah. Nanti kalau sudah mantap buahnya, insyaallah kita akan laksanakan,” pungkasnya.
