Amperablitz.com | Ogan Komering Ilir — Di tengah ancaman dampak buruk kabut asap yang masih mengintai warga, dana Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp1 miliar guna perlindungan kesehatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) justru belum bisa dicairkan.
Anggaran jumbo yang disiapkan untuk pengadaan masker hingga oksigen portabel ini masih ‘jalan di tempat’ di meja birokrasi, memunculkan kekhawatiran bantuan baru terealisasi setelah karhutla usai diguyur hujan.
Kepala Dinas Kesehatan OKI dr. H. Herry Yanridho AP, M.Kes melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Ahmad Muddatsir mengakui pengadaan logistik darurat ini urung terlaksana karena masih terganjal aturan administrasi.
“Drafnya sudah disusun sesuai surat edaran Mendagri. Rencananya untuk obat-obatan, vitamin, masker, oksigen portabel, dan bantuan kesehatan. Sekarang masih proses validasi dan belum terlaksana,” kata Ahmad saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (22/10/2026).
Sebagai informasi, Pemkab OKI menerima kucuran Banpres Karhutla dengan total yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp 20 miliar. Dari jumlah tersebut Rp 1,3 miliar dialokasikan khusus untuk tameng kesehatan masyarakat (Rp 1 miliar dikelola Dinas Kesehatan dan Rp 300 juta di Dinas Lingkungan Hidup OKI).
Terkait teknis penyaluran, Ahmad menjelaskan distribusi logistik medis nantinya tidak akan disamaratakan ke seluruh fasilitas kesehatan. Dinkes OKI akan menerapkan sistem skala prioritas yang menyasar 12 puskesmas di episentrum wilayah terdampak karhutla.
“Penyalurannya nanti sesuai wilayah yang terdampak. Kemungkinan tidak rata karena kita fokus ke daerah yang terdampak,” jelasnya.
Meski mengelola dana miliaran, Ahmad mengaku belum bisa membeberkan rincian jumlah barang yang akan dibeli. Pasalnya, draf pengadaan tersebut masih mengantre untuk diperiksa.
“Saya tidak hafal (rinciannya). Nanti menyusul kalau ada, karena kami ini belum direviu Inspektorat dan masih menunggu,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa kucuran Banpres ini nantinya murni diperuntukkan bagi pengadaan obat, vitamin, dan alat kesehatan, bukan untuk membiayai operasional layanan puskesmas keliling yang saat ini tetap berjalan normal melayani masyarakat.
Sembari menunggu lampu hijau pencairan dana Banpres, Dinkes OKI tak mau tinggal diam. Ahmad menyebut, pihaknya telah membongkar dan mendistribusikan ratusan ribu masker persediaan lama ke 33 puskesmas di wilayah OKI.
Menurut data Dinkes, stok lama tersebut mencapai 200 ribu lembar masker yang dikemas dalam 400 boks. Selain itu, mereka juga mendapat suntikan bantuan sebanyak dua dus masker dari Kementerian Kesehatan yang disalurkan melalui Pemprov Sumsel.
Kini, masyarakat OKI yang terpapar kabut asap hanya bisa berharap proses birokrasi ini tak memakan waktu lama agar penanganan kesehatan tidak kehilangan momentum. Ahmad sendiri menargetkan validasi bisa rampung dalam waktu dekat.
“Mungkin minggu depan kalau sudah validasi. Ya Insyaallah bulan ini, kalau tidak hujan. Kalau hujan berhenti (karhutla usai), untuk apa lagi. Peruntukannya kan untuk karhutla,” tandas Ahmad, menyiratkan ironi pengadaan darurat yang kini harus berpacu dengan cuaca.
