Kodim 0402/OKI dan Pasukan Elit Libas Api di Medan Gambut Pakai Motor Taktis Presiden.

Letkol Inf Gunawan Wibisono SH

Amperablitz.com | Ogan Komering Ilir – Pantang pulang sebelum padam. Semboyan ini nampaknya benar-benar dipegang teguh oleh jajaran Kodim 0402/OKI. Ratusan prajurit TNI terus berjibaku ‘habis-habisan’ menjinakkan kepungan api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI)

Tidak tanggung-tanggung, selain mendapat suntikan pasukan tempur, operasi pemadaman di medan gambut ekstrem ini kini dipersenjatai dengan 5 unit motor modifikasi canggih penyemprot busa (foam) merupakan bantuan langsung dari Presiden RI.

Dikatakan Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI, Letkol Inf Gunawan Wibisono komitmen tanpa henti jajarannya. Sinergi lintas instansi terus digedor demi memastikan tak ada lagi asap yang mengepul.

Menurut Dandim, hingga kini kobaran api masih bersembunyi di beberapa kecamatan rawan.

“Kalau di OKI yang masih relatif ada itu mulai dari Cengal, Sungai Menang, Tulung Selapan, Sungai Lilin, sampai dengan Pedamaran Timur,” kata Dandim diwawancara di ruang kerjanya pada Senin (21/9/2026) siang.

Sementara wilayah tetangganya, Ogan Ilir (OI), titik api yang sempat mengamuk cukup tinggi terpantau di daerah Pemulutan.

“Kalau di Simpang Rambutan sudah relatif habis dimulai hari Sabtu, karena memang hari Kamis-Jumat itu grafiknya relatif tinggi,” ujarnya.

Menghadapi eskalasi api minggu lalu, Kodim 0402/OKI tak mau ambil risiko. Operasi darat besar-besaran langsung digelar dengan menerjunkan ratusan personel.

Tercatat, 150 prajurit disiagakan sebagai tameng utama wilayah OKI, sedangkan 80 personel lainnya disebar menyisir berbagai Koramil di wilayah OI. Kekuatan ini masih ditambah pasukan elit tempur.

“Kita mendapatkan bantuan BKO dari Satuan Yon TP atau ada dari Yonkav, adapun juga satuan-satuan tempur yang memperkuat,” tegas perwira melati dua tersebut.

Dari segi persenjataan tempur melawan api, amunisi yang dibawa sangat maksimal. Kodim OKI kerahkan 3 unit armada pemadam kebakaran (Damkar) andalannya, yang kemudian diback-up penuh oleh 6 unit Damkar tambahan dari satuan Satpur dan Satbanpur BKO.

Namun, paling mencuri perhatian adalah ‘senjata pamungkas’ untuk menerobos medan terisolir.

“Kami mendapatkan bantuan langsung dari Presiden berupa 5 unit sepeda motor yang bisa langsung menuju ke lapangan yang aksesnya sulit,” ungkap Dandim.

Bukan motor sembarangan, kuda besi ini telah dimodifikasi khusus ala kendaraan taktis. Motor itu mampu menggendong tabung berisi campuran foam (busa).

Efeknya, proses pemadaman di lahan gambut terkenal membandel menjadi jauh lebih cepat dan mematikan titik api hingga ke akar.

Tak cukup dari darat, gempuran dari langit melalui operasi water bombing juga terus mengaum menyasar lokasi-lokasi ekstrem.

“Apabila di lokasi-lokasi yang tidak sulit, juga itu paling tidak mengatasi permasalahan kebakaran, sehingga kita tinggal atasi tahap akhirnya meyakinkan asapnya tidak ada lagi,” terangnya menjelaskan strategi pembagian tugas darat dan udara.

Doa masyarakat terjawab dengan mulai turunnya hujan membasahi sebagian wilayah OKI dan OI, meski curahnya masih belum merata.

Dandim menyebutkan, tren karhutla yang sempat meroket minggu lalu perlahan sukses ditekan dan melandai sejak hari Jumat hingga Minggu berkat bantuan alam.

“Harapannya dengan turunnya hujan ini, karhutla di wilayah Kabupaten OKI dan OI bisa segera terselesaikan. Mudah-mudahan tidak ada tambahan hotspot (titik panas) ataupun firespot titik api baru,” ucapnya penuh harap.

Sebagai penutup, Letkol Inf Gunawan mengirimkan pesan tegas namun merangkul kepada seluruh lapisan masyarakat agar berhenti membuka lahan cara dibakar.

“Paling penting itu lebih baik kita mencegah. Apabila di daerahnya ada lahan yang berpotensi terjadi kebakaran hutan, ayo kita sama-sama cegah jangan sampai terjadi,” pungkasnya.