Cegah Meluasnya Titik Api, Puluhan Babinsa di Kabupaten OKI-OI Ikuti Pelatihan Penanggulangan Karhutla.

Letkol Inf Gunawan Wibisono SH

Amperablitz.com | Ogan Komering Ilir – Memasuki pergantian di musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI) mulai menjadi perhatian serius.

Merespons hal tersebut, jajaran Kodim 0402/OKI bergerak cepat mengambil langkah antisipasi.

Puluhan bintara bembina desa (Babinsa) digembleng langsung oleh instruktur dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) memberikan pelatihan pencegahan dan penanggulangan karhutla di lapangan Makodim 0402/OKI pada Selasa (30/6/2026) pagi.

Pantauan di lokasi, para prajurit TNI AD ini tidak hanya duduk menyimak teori di dalam ruangan. Mereka langsung terjun mempraktikkan teknik dasar menjinakkan api, cara penggunaan alat pemadam dengan tepat, hingga simulasi langkah taktis mencegah meluasnya titik api di lahan gambut maupun hutan.

Dikatakan Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI, Letkol Inf Gunawan Wibisono kegiatan ini adalah komitmen dan sinergi TNI bersama pemerintah daerah dalam menjaga wilayah dari kabut asap.

Menurutnya, kesiapsiagaan personel di lapangan kunci utama meminimalisir dampak bencana.

“Babinsa merupakan ujung tombak TNI AD di wilayah binaan. Oleh karena itu, mereka mutlak harus miliki kemampuan dasar dalam penanganan kebakaran. Dengan bekal ini, mereka dapat bergerak cepat dan taktis bersama pemerintah daerah, Damkar, maupun masyarakat apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran,” tegas Letkol Inf Gunawan.

Lebih lanjut, Dandim menambahkan pesan tegas terkait antisipasi Karhutla tahun ini. Ia memastikan jajarannya tidak akan segan menindak tegas pelaku pembakaran lahan.

“Kita tidak mau ada titik api membesar sebelum kita bertindak. Keselamatan warga dan kelestarian alam adalah prioritas. Melalui Babinsa, edukasi ke desa-desa akan terus kita gencarkan,”

“Saya juga mengimbau keras agar masyarakat atau pihak perusahaan tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Mari kita jaga sama-sama langit OKI dan OI tetap biru,” pesannya.

Melalui pelatihan sinergis, Dandim berharap seluruh Babinsa mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat saat bertugas di pelosok desa. Sehingga jadi agen pelopor yang tak bosan edukasi warga tentang bahaya Karhutla.

“Kolaborasi kedua instansi ini diharapkan terus menguat demi mewujudkan wilayah yang tangguh, aman, dan bebas dari amukan si jago merah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *