Banjir Palembang Jadi Sorotan, Pemprov Bentuk Satgas dan Perbaiki 21 Box Culvert Terdampak LRT

Advertorial

AmperaBlitz.com | PALEMBANG — Genangan banjir di sejumlah titik di Palembang menjadi perhatian serius pemerintah. Penanganan cepat dan terkoordinasi pun dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, provinsi, hingga Pemerintah Kota Palembang, Senin (4/5/2026).

Rakor tersebut dipimpin Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Wakil Gubernur Cik Ujang.

Dalam arahannya, Herman Deru menegaskan penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia meminta seluruh pihak bekerja bersama tanpa ego sektoral.

“Palembang ini adalah wajah Sumatera Selatan. Apa yang terjadi di sini mencerminkan kinerja kita bersama, sehingga penanganannya harus serius, cepat, dan terkoordinasi,” tegasnya.

Untuk mempercepat penanganan, HD menginstruksikan pembentukan Satgas Banjir melalui keputusan gubernur yang melibatkan Balai Besar dan Pemkot Palembang guna mempercepat koordinasi dan memangkas birokrasi.

Selain itu, pemantauan kondisi air di titik rawan banjir akan diperkuat melalui sistem CCTV agar penanganan lebih cepat dan tepat. Pemprov Sumsel juga akan mengoptimalkan fungsi pompa air serta melakukan perbaikan bertahap terhadap 21 box culvert dan gorong-gorong yang terdampak pembangunan tiang LRT.

HD juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap penimbunan lahan serta penertiban bangunan yang tidak sesuai aturan.

“Kewenangan penanganan di sejumlah titik rawan banjir harus dipetakan secara jelas, apakah menjadi tanggung jawab pemerintah kota, provinsi, atau pusat agar tidak ada lagi keterlambatan penanganan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Ratu Dewa mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan jangka pendek, seperti revitalisasi sungai, perbaikan saluran drainase, pembangunan pompa pengendali banjir, hingga pemasangan CCTV pada sistem drainase.

Menurutnya, masih ada sejumlah titik genangan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan pusat sehingga membutuhkan koordinasi lintas sektor. Selain itu, pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga masih menjadi tantangan dalam mendukung sistem resapan air.