Ribuan Peserta Ramaikan KRIYA 2026 di Palembang, Perempuan Muba Tampil Penuh Semangat

Advertorial

AmperaBlitz.com | PALEMBANG — Semangat kebersamaan dan energi perempuan mewarnai peluncuran Senam Kreasi Sriwijaya (KRIYA) 2026 di Lapangan Stadion Bumi Sriwijaya, Jumat (24/4/2026). Ribuan peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan senam yang berlangsung meriah.

Di tengah kemeriahan itu, Staf Ahli TP PKK Muba Liliyani Abdur Rohman Husen bersama Ketua DWP Muba Siti Fatimah Syafarudin turut mencuri perhatian dengan semangatnya yang membaur bersama peserta.

Sejak awal kegiatan, suasana sudah terasa semarak. Peserta yang didominasi kaum perempuan tampil kompak, energik, dan penuh keceriaan dalam mengikuti rangkaian gerakan senam.

Peluncuran KRIYA 2026 secara resmi dilakukan Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Sekda Sumsel, Edward Candra didampingi Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru serta Ketua Kormi Sumsel, Samantha Tivani.

Dalam sambutannya, Edward Candra menyebut KRIYA merupakan inovasi hasil kolaborasi TP PKK dan DWP dalam memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.

Ia optimistis KRIYA akan menjadi tren baru di Sumsel, bahkan berpotensi dikenal secara nasional, sekaligus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

Edward juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang dinilai menjadi modal besar untuk memecahkan Rekor MURI dengan jumlah peserta perempuan terbanyak, bertepatan dengan momentum Hari Kartini.

“Ini bukan sekadar tentang rekor, tetapi tentang kebersamaan, kesehatan, dan kebanggaan terhadap budaya kita,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru menjelaskan, KRIYA dirancang sebagai identitas senam khas daerah yang merepresentasikan seluruh kabupaten/kota di Sumsel.

Menurutnya, KRIYA menjadi simbol kolaborasi dan kreativitas perempuan daerah yang patut terus dikembangkan.

Staf Ahli TP PKK Muba Liliyani Abdur Rohman Husen turut mengapresiasi peluncuran KRIYA 2026. Ia menilai kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran perempuan sekaligus mengenalkan budaya lokal secara kreatif.

“Ini luar biasa. Bukan hanya menyehatkan, tetapi juga mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kebanggaan terhadap karya daerah,” pungkasnya.