Dua Pelajar Muba Siap Tampil di Bangkok, Bawa Inovasi Energi dari Limbah Sawit

Advertorial

AmperaBlitz.com | MUSI BANYUASIN — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Musi Banyuasin. Dua siswa asal Sekayu siap melangkah ke panggung internasional dengan membawa inovasi energi bersih berbasis limbah kelapa sawit.

Keduanya adalah Kianzhu P Alfarobby dari SMP Negeri 6 Unggul Sekayu dan M. Zaffa P Alfarobby dari SMA Negeri 2 Sekayu. Mereka terpilih mewakili Kabupaten Muba dalam Lomba Penelitian Belia Tingkat Internasional yang akan digelar di Bangkok, Thailand.

Pemerintah Kabupaten Muba pun memberikan dukungan penuh atas capaian tersebut. Bupati Muba H M Toha Tohet menyampaikan apresiasi saat menerima audiensi keduanya di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (21/4/2026).

“Ini prestasi yang sangat membanggakan. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mengharumkan nama Indonesia, khususnya Kabupaten Muba,” ujarnya.

Ia berharap, keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk terus berinovasi dan berani bersaing di tingkat global.

Dalam ajang tersebut, Kianzhu dan Zaffa akan mempresentasikan penelitian berjudul “Palm Waste to Clean Energy”, yang mengangkat pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Mereka menjelaskan, Indonesia sebagai salah satu produsen sawit terbesar menghasilkan limbah dalam jumlah besar, namun pemanfaatannya masih belum optimal dan berpotensi mencemari lingkungan.

“Melalui penelitian ini, kami melihat peluang untuk mengolah limbah kelapa sawit menjadi energi biomassa yang lebih ramah lingkungan,” ungkap mereka.

Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan cangkang sawit, proses karbonisasi, penghalusan, hingga pencampuran dengan perekat alami untuk kemudian dicetak menjadi briket dan diuji di laboratorium.

Hasilnya, salah satu formulasi briket menunjukkan performa terbaik dengan nilai kalor tinggi, kadar air rendah, serta waktu pembakaran lebih lama dibanding bahan mentahnya. Temuan ini memperkuat potensi limbah sawit sebagai bahan bakar alternatif yang efisien sekaligus solusi mengurangi pencemaran.

Ke depan, penelitian ini masih dapat dikembangkan melalui uji skala besar, analisis emisi, hingga penerapan teknologi sederhana agar bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Sekayu dan Kepala SMP Negeri 6 Unggul Sekayu berharap dukungan pemerintah terhadap pengembangan riset dan inovasi pelajar terus berlanjut.

“Terima kasih atas dukungan pak Bupati dan jajaran. Semoga siswa-siswi ini bisa membawa nama baik Kabupaten Muba,” pungkasnya.