AmperaBlitz.com | MUSI BANYUASIN — Bupati Musi Banyuasin (Muba) H M Toha Tohet menegaskan pengelolaan anggaran daerah harus lebih disiplin, tepat sasaran, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Muba Tahun 2027 di Auditorium Pemkab Muba, Senin (6/4/2026).
Dalam arahannya, Bupati Toha mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak menggunakan anggaran secara serampangan, melainkan fokus pada program prioritas daerah.
“Prioritaskan anggaran untuk kegiatan penting seperti HUT Muba, HUT RI, dan hari besar keagamaan. Termasuk perjalanan dinas harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tingginya belanja pegawai yang telah melampaui 30 persen dari total anggaran daerah. Menurutnya, kondisi ini harus segera dicarikan solusi bersama tanpa mengorbankan hak pegawai seperti TPP maupun PPPK.
“Kita harus mencari jalan keluar bersama agar tidak mengganggu hak pegawai,” ujarnya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, tetap menjadi prioritas utama karena berdampak langsung pada aktivitas dan perekonomian masyarakat.
“Jalan adalah urat nadi masyarakat. Jika konektivitas baik, ekonomi juga bergerak,” katanya.
Bupati Toha menyebut Musrenbang RKPD merupakan forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan provinsi dan nasional, di tengah tantangan keterbatasan fiskal, penurunan transfer daerah, serta kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
“Perencanaan harus lebih tajam, terarah, dan memberikan dampak nyata,” tegasnya.
Pemkab Muba pun menetapkan tema pembangunan 2027 yakni “Akselerasi Program Pembangunan untuk Mewujudkan Musi Banyuasin Maju Lebih Cepat dan Sejahtera.”
Fokusnya meliputi penguatan tata kelola pemerintahan yang profesional dan transparan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Bupati Toha juga menekankan agar program unggulan seperti Program Keluarga Maju, bantuan modal UMKM, petani dan nelayan, digitalisasi usaha, pendidikan gratis dan beasiswa, hingga bantuan operasional desa benar-benar dirasakan masyarakat.
“Program ini tidak boleh hanya di atas kertas, manfaatnya harus nyata,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Muba, Mursalin menjelaskan arah kebijakan pembangunan 2027 difokuskan pada percepatan pembangunan untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat.
“Fokusnya peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi, pemerataan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, serta tata kelola pemerintahan yang efektif,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan ini juga mendukung percepatan 22 program unggulan Bupati Muba periode 2025–2029.
Sekretaris Bappeda Provinsi Sumsel, Mohammad Adhie Martadhiwira, menegaskan RKPD 2027 merupakan tahun ketiga RPJMD 2025–2029 sehingga menjadi momentum penting memastikan program berjalan optimal.
“Ini momentum memastikan pembangunan benar-benar memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
