Sekda Sumsel Pimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah, 15 Kabupaten/Kota Diminta Benahi Sistem Angkutan

Advertorial

AmperaBlitz.com | PALEMBANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra memimpin Rapat Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pengelolaan Sampah Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Rapat Graha Bina Praja, Selasa (10/3/2026).

Rapat tersebut menjadi momentum penting bagi 15 kabupaten/kota di Sumatera Selatan untuk membenahi sistem pengelolaan sampah di daerah masing-masing agar lebih efektif dan terintegrasi.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemantauan serta pendampingan yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup terhadap pengelolaan sampah di sejumlah daerah.

Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat pembagian wilayah penilaian. Sebanyak 11 kabupaten/kota yakni Kota Prabumulih, Pagar Alam, Lubuklinggau, Kabupaten Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir, dan PALI berada di bawah penilaian Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Udara.

Sementara itu, empat kabupaten lainnya yaitu OKU, OKI, OKU Selatan, dan OKU Timur berada di bawah penilaian Sekretariat Kementerian atau Sekretariat Utama.

Seluruh daerah tersebut juga mendapatkan pendampingan langsung dari Tim Penilai Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam arahannya, Edward Candra menyoroti sejumlah kendala teknis di lapangan, khususnya terkait jadwal pengangkutan sampah yang masih sering terlambat.

“Idealnya sampah ini diangkut sebelum jam masuk sekolah. Jangan sampai pukul 09.00 pagi sampah masih belum diangkut. Setelah kami cek, kendala utamanya adalah masih kurangnya armada pengangkut sampah di kabupaten dan kota,” ungkapnya.

Ia berharap rapat koordinasi ini dapat menjadi langkah konkret dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah sehingga lebih terkoordinasi, tepat waktu, dan mampu menjaga kebersihan lingkungan di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Rasio Ridho Sani juga memaparkan kondisi pengelolaan sampah saat ini.

Ia menekankan perlunya terobosan dan inovasi agar upaya penanganan sampah di daerah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *