Lindungi PMI hingga ke Kampung Halaman, Disnakertrans Muba Perkuat Sinergi dengan BP3MI

Advertorial

AmperaBlitz.com | MUSI BANYUASIN — Kepulangan pekerja migran kerap diwarnai risiko, mulai dari persoalan administrasi hingga ancaman premanisme. Untuk itu, perlindungan menyeluruh hingga ke daerah asal kini menjadi fokus utama Pemkab Musi Banyuasin.

Upaya tersebut ditunjukkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba, Herryandi Sinulingga saat melakukan koordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan di Palembang, Kamis (5/3/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan perlindungan pekerja migran asal Muba tidak terputus saat tiba di tanah air, terutama setelah keluar dari bandara hingga kembali ke kampung halaman.

Selama ini, proses pemulangan kerap menyisakan celah, di mana pekerja migran rentan menghadapi berbagai risiko, termasuk menjadi sasaran oknum tidak bertanggung jawab.

“Kami pastikan warga Muba yang pulang mendapatkan pendampingan penuh sampai benar-benar berkumpul dengan keluarga,” tegas Herryandi.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga BP3MI agar perlindungan berjalan menyeluruh dan terintegrasi.

Salah satu contoh keberhasilan sistem ini terlihat pada kepulangan Alfin Nurdiansyah, warga Muba yang dipantau melalui sistem elektronik hingga tiba dengan selamat di rumah.

Namun, perlindungan ini sulit diterapkan bagi pekerja yang berangkat melalui jalur nonprosedural. Mereka umumnya tidak terdata dalam sistem resmi, sehingga menyulitkan pemerintah memberikan bantuan saat menghadapi masalah.

Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh sindikat perdagangan orang, yang mengeksploitasi pekerja tanpa kontrak jelas dan perlindungan hukum.

Karena itu, Disnakertrans Muba terus mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran kerja ke luar negeri melalui jalur ilegal.

“Praktik percaloan justru membuka berbagai risiko, mulai dari pemotongan gaji hingga tidak adanya jaminan keselamatan kerja,” ujarnya.

Ia menegaskan, prosedur resmi bukan untuk mempersulit, melainkan memastikan negara dapat memantau dan melindungi pekerja migran secara maksimal.

Ke depan, koordinasi antara Disnakertrans Muba dan BP3MI Sumsel diharapkan menjadi model perlindungan pekerja migran yang terintegrasi, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.

Dengan sistem yang terhubung dan data yang akurat, pemerintah optimistis perlindungan terhadap pekerja migran dapat semakin optimal, sehingga mereka benar-benar pulang dengan aman dan disambut keluarga tanpa kekhawatiran.