AmperaBlitz.com | PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai mematangkan langkah strategis menyambut arus mudik Idul Fitri 1447 H.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru bersama jajaran OPD mengikuti Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 yang dipimpin Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi di Griya Agung, Palembang, Rabu (25/2/2026).
Dalam paparannya, Menhub Dudy menyebut Sumatera Selatan menempati peringkat ke-7 nasional dalam prakiraan jumlah pergerakan orang saat arus mudik tahun ini.
“Mengingat cuti Lebaran dan Hari Raya Nyepi jatuh pada 18, 20, 23, dan 24 Maret, ada beberapa titik yang harus diantisipasi,” ujarnya.
Kementerian Perhubungan juga akan menyiagakan Posko Lebaran 2026 selama 18 hari, mulai 13 Maret hingga 30 Maret atau H+9 Lebaran, guna memastikan kelancaran arus transportasi.
Salah satu perhatian utama adalah potensi kemacetan akibat pasar tumpah di sepanjang jalan lintas dan kepadatan pasar tradisional yang diperkirakan meningkat sejak H-3 Lebaran.
Menanggapi hal tersebut, Herman Deru menegaskan bahwa Sumsel memiliki karakteristik khusus dengan bentang jalan tol terpanjang di Sumatera, namun masih terdapat sejumlah ruas yang dalam tahap perbaikan, bahkan ada yang mengalami kerusakan cukup berat.
“Ada beberapa ruas yang masih penyelesaian dan perbaikan. Ini perlu perhatian agar tidak mengganggu kelancaran arus mudik,” kata Deru.
Deru menyoroti titik kemacetan kronis di perlintasan sebidang kereta api yang kerap menimbulkan antrean panjang kendaraan, dan meminta dukungan pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan flyover di lokasi tersebut.
“Kami sedang menjajaki pembangunan flyover di perlintasan sebidang dan tentu membutuhkan dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan,” tambahnya.
Selain itu, Deru melaporkan ketegasan Pemprov Sumsel dalam melarang angkutan batubara melintas di jalan umum selama periode tertentu, sebagai langkah menjaga kualitas jalan dan menekan polusi udara bagi masyarakat.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri Sekda Provinsi Sumsel Edward Candra, Forkopimda Sumsel, serta para Kepala OPD Pemprov Sumsel sebagai bentuk kesiapan bersama menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada musim mudik mendatang.











