AmperaBlitz.com | PALEMBANG – Menjelang Ramadan dan Idul fitri, suasana ruang pertemuan di Hotel Wyndham Palembang terasa serius namun penuh optimisme, Selasa (24/02/2026), saat Gubernur Sumsel Herman Deru membuka High Level Meeting TPID dan TP2DD se-Sumsel.
Di hadapan para kepala daerah dan jajaran terkait, Deru mengingatkan satu hal penting jangan sampai masyarakat resah karena harga kebutuhan pokok melonjak.
“Pastikan bahan pokok tersedia dan masyarakat tenang. Satgas Pangan harus benar-benar bekerja mengantisipasi lonjakan permintaan,” tegasnya.
Ia pun meminta pejabat daerah tak sekadar hadir dalam agenda seremonial, tetapi turun langsung ke pasar melakukan sidak untuk mencari solusi nyata ketika ada gejolak harga.
Dalam kesempatan itu, Deru juga menyoroti keberhasilan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang kini menjadi percontohan nasional, sekaligus menegaskan bahwa Sumsel memiliki potensi besar dengan lahan subur dan situasi yang kondusif.
“Strategi distribusi harus diperkuat agar suplai stabil. Di sisi lain, digitalisasi transaksi daerah juga perlu dipercepat agar pelayanan makin transparan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BI Sumsel Bambang Pramono melaporkan ekonomi Sumsel Triwulan IV 2025 tumbuh 5,54 persen (yoy), tertinggi kedua di Sumatera, dengan inflasi Januari 2026 terkendali di angka 3,33 persen (yoy), lebih rendah dari nasional 3,55 persen.
Meski demikian, faktor cuaca dan rantai distribusi tetap menjadi perhatian, sehingga BI merekomendasikan penguatan pasar murah dengan prinsip 4T: Tepat Komoditas, Tepat Lokasi, Tepat Waktu, dan Tepat Sasaran.
Pertemuan ini turut dihadiri para Kepala OPD Sumsel sebagai bentuk komitmen bersama menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di momen penting jelang hari raya.
