AmperaBlitz.com | OGAN KOMERING ILIR – Estafet kepemimpinan Palang Merah Indonesia Kabupaten Ogan Komering Ilir (PMI OKI) kembali berlanjut.
Melalui musyawarah kabupaten (Muskab) di tahun 2026, dr. H. Masagus M. Hakim terpilih secara aklamasi menahkodai PMI OKI periode 2026–2031 mendatang.
Pemilihan berlangsung di tengah semangat kebersamaan tersebut membuahkan mufakat bulat. Seluruh peserta Muskab sepakat memberikan mandat penuh kepada Masagus untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan lima tahun ke depan.
“Saya penuhi amanah kawan-kawan untuk kembali memimpin PMI OKI. Periode sebelumnya sudah berjalan baik, namun ada beberapa hal yang harus di perkuat agar manfaat organisasi semakin dirasakan nyata di masyarakat,” kata Masagus usai terpilih di aula ruang rapat bende seguguk (RRBS) Pemda OKI pada Kamis (12/2/2026) siang.
Di bawah kepemimpinan setahun sebelumnya. Masagus membawa gebrakan baru penguatan organisasi. Salah satu fokus utama memperluas jangkauan pelayanan hingga ke tingkat akar rumput.
“Inovasi terbaru kami pembentukan pengurus PMI ditingkat kecamatan. Tak hanya struktur, kami juga akan menambah jumlah relawan melalui PMR (palang merah remaja) dan KSR (korps sukarela) disetiap wilayah,” sambungnya.

Masagus menambahkan bahwa para relawan tidak hanya sekadar direkrut, tetapi akan dibekali dengan berbagai pelatihan khusus.
“Tujuannya agar mereka memiliki kesiapan mental dan keterampilan yang mumpuni saat diterjunkan membantu masyarakat,” terangnya.
Masagus ingin mendobrak stigma bahwa PMI hanya berkutat pada urusan stok darah. Ke depan, PMI OKI akan lebih aktif dalam penanganan bencana sosial dan kerawanan sosial di wilayah OKI.
“Kami ingin menunjukkan bahwa PMI lebih luas dari sekadar donor darah. Relawan kita akan dibekali nilai kesetiakawanan untuk membantu korban bencana sosial,”
“Namun, agenda rutin donor darah tetap ditingkatkan dan akan kita dukung dengan digitalisasi agar pelayanan transparan dan efektif,” tegas dia.
Dalam waktu dekat, Masagus akan menyusun komposisi kepengurusan yang melibatkan berbagai sektor strategis, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BPBD, Dinas Sosial.
Sinergi ini dianggap sangat krusial agar gerak PMI lebih lincah dalam merespon situasi darurat.
“Saya menitipkan pesan khusus kepada pengurus kecamatan aktif melakukan pembinaan relawan muda di tingkat SMP dan SMA. Saya membuka peluang adanya relawan PMI hingga tingkat desa,” terang kembali.
Menutup penyampaian, Masagus mengajak seluruh warga Bumi Bende Seguguk untuk tidak ragu mendonorkan darah secara rutin. Selain menjadi nilai kemanusiaan, donor itu investasi kesehatan bagi pendonor.
“Jangan sungkan mendonor. Darah kita mengalami regenerasi setiap 3-6 bulan. Dengan rutin donor, tubuh justru lebih sehat karena terpacu membentuk sel darah baru. Ingat, setetes darah Anda sangat berarti untuk menyambung nyawa sesama,” pungkasnya.










