AmperaBlitz.com | OGAN KOMERING ILIR – Keluhan mengenai kondisi ruang kelas yang membahayakan siswa hingga fasilitas kesehatan yang tidak layak menjadi sorotan utama musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Jejawi tahun 2026.
Kegiatan yang digelar diaula Kantor Camat Jejawi, Rabu (11/2/2026) ini bertujuan untuk menyusun skala prioritas rencana program dan kegiatan pembangunan untuk tahun anggaran 2027 mendatang.
Dalam forum ini Camat Jejawi, Drs Sulaiman Midun membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi para pemangku kepentingan untuk menyampaikan usulan pembangunan yang paling dibutuhkan masyarakat.
“Kita ingin menyusun perencanaan yang partisipatif, transparan dan akuntabel. Tujuannya jelas, agar hasilnya nanti dapat meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kayuagung,” ujar Sulaiman diemui disela kegiatan.
Salah satu usulan paling mendesak datang dari Kepala SD Negeri 1 Jejawi, Neti Andayani, S.Pd yang mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi tiga ruang kelas di sekolah kini sudah tak layak pakai.
“Kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa saat proses belajar mengajar. Kami sangat berharap renovasi ini bisa segera terealisasi,” kata Neti.
Senada dengan hal itu, Kepala Puskesmas Muara Batun, Susanti, SKM, kembali menyuarakan permohonan renovasi gedung puskesmas yang dinilai sudah usang. Ia menyebut usulan ini sudah diajukan berulang kali namun belum membuahkan hasil.
“Saya menaruh harapan besar kepada anggota DPRD OKI agar dapat mengawal aspirasi ini hingga tingkat kabupaten,” harap Susanti.

Selain sektor pendidikan dan kesehatan, akses infrastruktur desa juga menjadi perhatian. BPD Desa Talang Cepedak mengusulkan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 300 meter untuk memperlancar mobilitas warga.
Menanggapi berbagai usulan ini Kepala Bappeda OKI, Aidil Azwari SP M.Si melalui Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan, Hendri Wardison, mengapresiasi keaktifan peserta dalam menyampaikan aspirasi.
Namun, ia menekankan pentingnya kelengkapan administrasi agar usulan bisa diproses lebih lanjut.
“Saya meminta agar setiap usulan dilengkapi dengan berkas proposal yang jelas dan segera diserahkan ke Bappeda. Usulan ini nanti akan kembali dibahas di Musrenbang tingkat kabupaten,” tegas Hendri.
Lebih lanjut, Hendri memaparkan arah kebijakan pembangunan Kabupaten OKI tahun 2027 akan bertumpu pada tiga pilar utama.
Fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, sosial budaya, pemuda, perlindungan anak dan perempuan.
“Menyangkut digitalisasi layanan publik, akuntabilitas instansi, dan efisiensi birokrasi dan mendorong produktivitas sektor unggulan masyarakat, termasuk perbaikan infrastruktur irigasi,” tandasnya.

Acara ini dihadiri oleh jajaran penting, di antaranya Camat Jejawi Drs. Sulaiman, M, Kapolsek Jejawi, Danramil, narasumber dari Bappeda OKI, serta Anggota DPRD OKI Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, Reno. Turut hadir pula Ketua Forum Kepala Desa, para kepala sekolah, TP PKK, BPD, Karang Taruna, dan perwakilan KUA setempat.










